Mengenal Tanaman Hidroponik Secara Singkat

Secara sederhana hidroponik adalah teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan tanah, melainkan menggunakan media yang diberikan larutan hara dengan kandungan yang dibutuhkan tanaman. Hidroponik muncul dari pemahaman bahwa tanaman hidup bukan karena tanah, melainkan dari unsur-unsur yang terdapat dalam tanah. Oleh karena itu, jika unsur-unsur yang dibutuhkan tanaman terpenuhi, tanaman bisa tumbuh tanpa tanah.

tanaman hidroponik
Tanaman Hidroponik


Sejarah Singkat Hidroponik


Hidroponik sebenarnya bukanlah teknologi baru di dunia pertanian. Mesir, Cina dan India sudah lebih dulu mempraktekan bertanam mentimun, semangka dan jenis sayuran lainnya di bedengan pasir di tepi sungai dengan larutan pupuk organik. Seiring perkembangan ilmu pertanian, berbagai penelitian dilakukan hingga sampai pada istilah hidroponik yang dikenalkan Gericke (1936). Kini teknik bertanam hidroponik pun semakin berkembang pesat dan bervariasi, dari yang paling sederhana sampai yang cukup rumit.

Media Tanam Hidroponik


Sistem penanaman hidroponik mengandalkan media tanam yang mampu menopang akar tanaman sekaligus menahan larutan unsur hara supaya cukup waktu bagi tanaman untuk menyerapnya. Oleh karena itu, media tanam yang baik untuk hidroponik harus tidak mempengaruhi kandungan larutan nutrisi seperti tidak menyumbat sistem pengairan, serta mempunyai pori-pori yang baik. Adapun media tanam hidroponik antara lain adalah.
  1. Rockwool
  2. Perlite
  3. Batu Apung
  4. Kerikil
  5. Pasir
  6. Serbuk Gergaji
  7. Sekam Bakar

Kelebihan dan Kekurangan Tanaman Hidroponik


Bertanam secara hidroponik mempunyai kelebihan tersendiri dibanding bertanam secara konvensional, oleh karena itu teknik bertanam secara hidroponik dapat berkembang dengan cepat. Adapun kelebihan bertanam hidroponik dibandingkan secara konvensional yaitu: produksi tanaman per satuan luas lebih banyak, perawatan lebih praktis, gangguan hama lebih terkontrol, pemakaian pupuk lebih hemat, tanaman tumbuh lebih cepat, tidak perlu banyak tenaga kerja, hasil panen lebih baik dan pastinya dapat ditanam di lahan sempit.

Meskipun kelebihan tanaman hidroponik cukup banyak, tetapi sistem hidroponik juga masih mempunyai kekurangan yaitu ketersediaan dan pemeliharaan perangkat masih sulit, memerlukan ketrampilan dan pengetahuan khusus dalam meramu nutrisi serta kesterilan media dan pengairan secara teratur perlu perhatian ekstra.

Macam Macam Sistem Hidroponik


Metode bertanam tanpa tanah atau yang dikenal dengan hidroponik telah mengalami perkembangan, hingga saat ini akhirnya dikenal macam macam atau jenis hidroponik. Adapun macam macam sistem hidroponik yang populer sampai saat ini adalah sebagai berikut.

1. Nutrien Film Technique (NFT)

Metode NFT dilakukan dengan cara meletakkan akar tanaman pada air yang penuh nutrisi unsur hara, bisa dengan talang air atau pipa pvc. Talang air tersebut dialirkan larutan nutrisi setipis mungkin hingga muncul lapisan tipis (film) yang merupakan makanan dari tanaman tersebut.

2. Wick System

Wick system (sistem sumbu) adalah metode hidroponik dimana larutan nutrisi dari bak penampungan diserap tanaman melalui sumbu tanpa adanya aliran air. Metode hidroponik ini merupakan yang paling sederhana dan murah karena dapat memanfaatkan barang bekas, seperti botol air mineral, ember cat, ataupun styrofoam.

3. Floating System

Floating System (Rakit Apung) dalam hidroponik dikenal juga dengan istilah water culture system. Pada sistem ini penopang tanaman terbuat dari styrofoam kemudian diapungkan pada permukaan larutan nutrisi. Sistem hidroponik ini harus menggunakan aerator agar jumlah oksigen terlarut mencukupi bagi tanaman.

4. Ebb and Flow

Ebb and Flow ini adalah sistem hidroponik pasang surut, dimana larutan nutrisi diberikan dengan cara menggenangi perakaran untuk sementara waktu, setelah itu larutan dialirkan kembali ke bak penampungan. Proses ini membutuhkan alat pengatur waktu supaya lama pasang surut bisa diatur sesuai kebutuhan.

5. Drip Irrigation

Drip irrigation atau fertigasi dikenal juga dengan sistem irigasi tetes. Dalam sistem hidroponik ini, air yang mengandung nutrisi diberikan dengan cara diteteskan melalui alat bantu pipa yang dilubangi untuk meneteskan air. Kelebihan sistem ini adalah efisien dalam penggunaan air dan nutrisi.

6. Aeroponik

Pada sistem Aeroponik, akar tanaman diposisikan menggantung di udara dan larutan nutrisi diberikan dengan cara disemprotkan atau pengabutan secara berkala dengan durasi waktu tertentu menggunakan pengatur waktu. Sistem aeroponik ini cukup mahal, masih jarang pengusaha atau hobis hidroponik yang menggunakannya.

No comments

Powered by Blogger.